Pada tanggal 6 Agustus 2025, Rifqi Rachman, konsultan peneliti Safer Internet Lab (SAIL), terlibat dalam diskusi publik DIFUSSION (Digital Future Discussion) #126 bertajuk “AI dan Ekonomi Digital: Ketahanan Informasi & Masa Depan Dunia Kerja”, yang diselenggarakan oleh Center for Digital Society (CfDS) UGM.Dalam diskusi tersebut, Rifqi berdialog bersama Suci Lestari Yuana (Dosen Departemen Hubungan Internasional UGM sekaligus Founder STAIR Community Indonesia) dan dimoderatori oleh Arsya Lay (Peneliti CfDS). Mereka membahas bagaimana teknologi AI dan platform ekonomi digital dapat dioptimalkan untuk menciptakan pekerjaan yang layak, membangun ketahanan informasi yang kuat, serta mendorong ekosistem digital yang inklusif; sebuah kebutuhan krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, khususnya di kawasan Asia Pasifik dan Global South.Pada kesempatan ini, Rifqi memaparkan sejumlah temuan riset tim Safer Internet Lab, meliputi:
- Hasil survei publik dan pemangku kepentingan mengenai dinamika information disorder dalam konteks pemilu di Indonesia
- Studi komparatif antarnegara di Asia Pasifik mengenai kesiapan menghadapi tantangan generative AI, khususnya terkait ketahanan informasi
- Analisis tentang penipuan daring (online fraud and scams) di Asia Pasifik
- Temuan terkait praktik manipulasi informasi asing (foreign information manipulation)
Rifqi menyoroti bahwa ekosistem informasi kini semakin terdemokratisasi karena penggunaan generative AI. Hal ini membuka peluang produksi informasi yang lebih luas, namun juga memunculkan tantangan baru. Ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi dapat menyebabkan pergeseran pola produksi yang berdampak pada kualitas dan keberagaman informasi.Sebagai respons terhadap dinamika ini, Rifqi menyampaikan rekomendasi dari tim SAIL mengenai potensi penerapan model co-regulation sebagai pendekatan kolaboratif antara pemangku kepentingan dalam menyikapi perkembangan teknologi AI.Sementara itu, Suci Lestari Yuana turut memaparkan pandangannya mengenai dampak AI terhadap masa depan ketenagakerjaan di negara-negara Global South.Diskusi diakhiri dengan sesi tanya jawab yang membahas hubungan antara manusia dan teknologi, termasuk kesiapan masyarakat Indonesia dalam mengadopsi AI, serta pentingnya regulasi dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan publik.Simak diskusi lengkapnya di sini